Sejarah Pendidikan Tunanetra

1. Sejarah Singkat Pendidikan Tunanetra Di Eropa

Sekolah pertama bagi anak tunanetra di Eropa didirikan di Paris, Perancis pada tahun 1784 oleh Valentin Hauy. Namun, selama masa-masa rusuh yang mengitari Revolusi Perancis, sekolah yang didirikan oleh Hauy tersebut untuk sementara luput dari perhatian orang, dan Hauy melanjutkan pekerjaannya di Berlin dan St. Petersburg di mana dia membantu mendirikan sekolah-sekolah khusus baru bagi para tunanetra. Selama dua dekade berikutnya sekolah-sekolah semacam ini berdiri di kota-kota besar lain di seluruh Eropa.

Adapun sekolah khusus bagi para tunanetra pertama di Inggris dibuka di Liverpool pada tahun 1891 dan diikuti oleh sekolah-sekolah di Edinburgh, Bristol, London dan kota-kota besar lainnya. Pendirian sekolah-sekolah di Inggris tersebut dipelopori oleh badan-badan sukarela filantropis atau organisasi-organisasi keagamaan, dan sering dilengkapi dengan bengkel-bengkel kerja dan rumah-rumah khusus untuk para tunanetra dewasa yang disebut asylum (rumah suaka). Pada awalnya sekolah-sekolah ini memiliki tujuan utama untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan kerja, misalnya piagam pendirian sekolah Liverpool menyebutkan bahwa para tunanetra akan diberi pelajaran dalam bidang musik atau seni mekanik agar mereka dapat mandiri dan berguna bagi masyarakat (Best, 1992).

2. Sejarah pendidikan Tunanetra Di Indonesia

Sejarah pendidikan bagi tunanetra di Indonesia dimulai sejak 6 Agustus 1901. Pada saat itu didirikan Yayasan Perbaikan Nasib orang-orang buta (Rumah Buta) oleh DR. Ch. A. Westhoff. Beliau adalah seorang dokter mata berkebangsaan Belanda. Dalam perkembangannya, Rumah Buta dikelola oleh pihak swasta.
Pada tanggal 1 Nopember 1979, berdasarkan surat keputusan (SK) Mentri Sosial nomor 41/HUK/KEP/XI/79 Wiyata Guna merupakan unit pelaksana tehnik kantor wilayah Departemen Sosial propinsi Jawa Barat, dengan nama Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mata (PRPCM), dan berdasarkan surat keputusan (SK) Direktur Jendral Bina Rehabilitasi Sosial nomor 06/KEP/BRS/IV/1994, maka PRPCM berubah nama menjadi Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wiyata Guna. Pada tahun 2003, berdasarkan keputusan Mentri Sosial nomor 59 /HUK/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang organisasi dan tata kerja PSBN Wiyata Guna Sebagai UPT dibawah Direktur Jendral pelayanan dan rehabilitasi sosial Departemen Sosial Republik Indonesia dengan klasifikasi tipe A. Hingga saat ini, eksistensi PSBN Wyata Guna sebagai PSBN tertua di Indonesia masih dapat dirasakan oleh para tunanetra yang menuntut ilmu bik di lingkungan Wyata Guna itu sendiri atau di Sekolah Luar Biasa yang berlokasi di sekitar lingkungan Wyata Guna atau yang bersekolah dan kuliah di tempat lain namun berdiam di PSBN Wyata Guna.

3. Braille Dalam Pendidikan Tunanetra

Berbicara tentang pendidikan tunanetra, harus berbicara juga tentang Braille. Braille merupakan huruf-huruf yang dapat digunakan oleh para tunanetra dalam kegiatan membaca dan menulis. Braille muncul atas gagasan seorang Perancis bernama Louis Braille. Louis Braille yang lahir pada 4 Januari 1809, berhasil membebaskan para tunanetra dari ketidakmampuan untuk membaca dengan menemukan tulisan braille. Tulisan Braille terinsfirasi dari seorang perwira artileri Napoleon, Kapten Charles Barbier. Barbier menggunakan titik- titik dan garis-garis sebagai simbol untuk menyampaikan pesan atau perintah kepada serdadunya saat gelap malam, sehingga tulisan tersebut dinamakan night writting. Mereka membaca simbol titik-titik dan garis-garis tersebut dengan jalan merabanya. Akan tetapi, huruf-huruf Braiile hanya menggunakan titik-titik dan ruang kosong atau spasi.

Pada awal munculnya ide untuk membuat huruf-huruf Braille, Louis mencoba huruf-huruf dengan kombinasi titik dan garis pula, akan tetapi, Louis dan teman-temannya yang sama mengalami ketunanetraan lebih peka terhadap titik daripada garis. Tulisan Braille pertama kali digunakan di L'Institution nasionale des Jeunes Aveugles, Paris, saat mengajar siswa-siswa tunanetra.

Tulisan Braille sempat menuai kontrofersi yang berujung pada dipecatnya D. Pignier dan dilarang menggunakannya di tempat Louis mengajar. Ini dikarenakan tulisan Braille tidak lazim sehingga sulit untuk meyakinkan masyarakat akan kegunaan tulisan Braille. Salahsatu penentang tulisan Braille adalah Dr. Dupau, asisten direktur L'Institution nasionale des Jeulis Aveugles. Untuk memperkuat gerakan anti Braille, Dupau diangkat menjadi kepala lembaga yang baru. Pada masanya, semua buku dan transkrip bertulisan Braille dibakar dan disita. Namun, karena tingkat perkembangan siswa-siswa tunanetra beranjak baik disebabkan adanya tulisan Braille, menjelang tahun 1847, tulisan Braille kembali diperbolehkan. Pada tahun 1851, tulisan Braille diajukan kepada pemerintah Perancis agar menjadi tulisan yang diakui. Akhirnya hingga saat ini, Braille masih menjadi sarana penting bagi keberlangsungan pendidikan tunanetra.

4. Perkembangan Tehnologi Dalam Pendidikan Tunanetra

Membaca dan menulis merupakan jantung bagi pendidikan. Selama ini, para tunanetra hanya mengandalkan huruf-huruf Braille sebagai sarana pendidikan dan sarana komunikasi tullisan. Namun, pada tahun 1989, lahir sarana baru dalam dunia tehnologi informasi dan komunikasi yang pengaruhnya sangat signifikan terhadap pendidikan para tunanetra. Sarana baru tersebut adalah Job Access With Speech (. JAWS).

JAWS pertama kali dirilis pada tahun 1989 oleh Ted Henter. Ted Henter merilis JAWS untuk memudahkan dirinya yang kehilangan penglihatan pada tahun 1978 karena kecelakaan kendaraan bermotor. JAWS adalah peranti lunak (software) pembaca layar (screen reader). JAWS berguna untuk membantu para tunanetra dalam mengoprasikan computer. Dengan JAWS, para tunanetra akan mampu secara personal mengakses Microsoft windows. Sejak dirilis, JAWS terus mengeluarkan versi-versi barunya yang bertujuan untuk lebih memperluas akses para tunanetra terhadap computer. Pada tanggal 3 Nopember 2008, lahir versi baru JFW 10.0, yang didukung dengan itunes versi 8 dan itunes Store.

Dengan lahirnya JAWS ditengah-tengah para tunanetra, pendidikan tunanetra pun semakin meningkat. Kebutuhan untuk menyerap ilmu atau informasi tidak hanya didapat dari buku-buku Braille saja, akan tetapi dapat diperoleh dari buku-buku dalam format compact disk (CD) atau electronic book (e-book). Tidak hanya itu, belajar dapat dilakukan secara e-learning dengan memanfaatkan jaringan internet.

Perkembangan Penggunaan JAWS di Indonesia

Penggunaan JAWS di Indonesia dimulai sekitar tahun 1990. JAWS masuk ke Indonesia digandeng oleh Yayasan Mitra Netra yang berdiri sejak 14 Mei 1991 atas gagasan beberapa para tunanetra yang memiliki kesadaran untuk kemudahan akses bagi sesamanya. Karena kesadaran inilah akhirnya JAWS masuk ke Indonesia. Pada awal masuknya pemanfaatan JAWS baru sebatas pada penggunaan untuk Microsoft Office karena saat itu sistem internet belum siap dalam penggunaannya. Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan kursus komputer bicara (komputer dengan JAWS untuk para tunanetra. Peserta kursus didominasi oleh siswa dan mahasiswa para tunanetra yang sedang menempuh pendidikan secara inklusif di sekolah umum serta perguruan tinggi. Barulah pada tahun 1999, Yayasan Mitra Netra mulai merentangkan sayapnya dengan program kursus serupa di Yayasan Mitra Netra Perwakilan Bandung. Cara yang digunakan untuk memperluas akses para tunanetra di seluruh Indonesia terhadap teknologi komputer dan Internet adalah melalui kerja sama dengan Microsoft Indonesia, pada tahun 2003, Yayasan Mitra Netra mendirikan Community Training and Learning Center (CTLC) di beberapa organisasi keunanetraan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk para tunanetra di Jakarta, Bandung, Medan, dan Makasar. Melalui CTLC yang terdiri dari lima lembaga ini (Yayasan Mitra Netra Jakarta, Kartika Destarata Jakarta, Yayasan Mitra Netra Bandung, YAPTI Makasar dan Yapentra Medan), Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan program pelatihan komputer bicara bagi generasi muda para tunanetra. Seiring perkembangannya penggunaan JAWS di Indonesia tidak lagi sebatas menjalankan aplikasi berbasis Microsoft Office, tetapi juga digunakan untuk berselancar di dunia maya. Selain itu para tunanetra juga mampu mengolah sendiri website pribadi.

Sumber:
http://miftahinginberbagi.wordpress.com/2010/03/14/sejarah-pendidikan-kebutuhan-khusus-menuju-inklusi-dalam-kontek-norwegia-dan-eropa/

Posted by
Tersenyumlah Fitri

More

"Nasi Bungkus"

Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran , penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai di sebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.

“Silahkan kak.” Jawab adik kecil.

“Kalau boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.

“Oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak… memang kenapa kak?” dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya.

”Oh... tidak! Kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu ,Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu … aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”

“Apabila kami mengingat waktu dulu… kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”

”Yang ibu ku selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.”

”Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita bawa?”

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.

(Oleh : Laila Nurul Muna)

Semoga kisah ini dapat menjadi renungan yang bermanfaat bagi kita bersama,

Sumber: Cerita-Cerita motivasi
http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150343445485405&id=166628915325

Posted by
Tersenyumlah Fitri

More

Tahapan Perkembangan Anak (Aspek Kognitif dan Psycho-sosial)

 

 

1.     Perkembangan Kognitif Anak

Menurut Piaget perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap:

1.    Sensori Motor (usia 0-2 tahun)

Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'.

2.    Pra-operasional (usia 2-7 tahun)

Pada usia ini anak menjadi 'egosentris', sehingga berkesan 'pelit', karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis - rumit.

3.    Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)

Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis.

Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa.

4.    Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas)

Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah, karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir, baik secara konkrit maupun abstrak, sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga.

Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.

 

2.    Perkembangan Psycho-Sosial

Menurut Erick Erickson perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap:

1.    Trust >< Mistrust (usia 0-1 tahun)

Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Fokus terletak pada Panca Indera, sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan.

2.    Otonomi/Mandiri >< Malu/Ragu-ragu (usia 2-3 tahun)

Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal'-nya. sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu.

Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja, karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif), sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya.

Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua - Guru Sekolah Minggu)

3.    Inisiatif >< Rasa Bersalah (usia 4-5 tahun)

Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal, sehingga berkesan cerewet. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide, sampai pada hal-hal yang berbau fantasi.

Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu.

4.    Industri/Rajin >< Inferioriti (usia 6-11 tahun)

Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah - termotivasi untuk belajar. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian.

Sesuai dengan batasan usia Sekolah Minggu pada umumnya, maka empat tahap berikutnya (Usia diatas 11 tahun) tidak dibahas dalam kolom ini.

Posted by
Tersenyumlah Fitri

More

Tahapan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia

Perkembangan otak sangat pesat saat usia anak 1-5 tahun, selain faktor keturunan, lingkungan juga sangat berperan penting. Kombinasi keduanya menjadikan kemapuan anak luar biasa. Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Karena otak merupakan organ pengatur seluruh bagian dalam tubuh. Seperti gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon, pernafasan dan pengaturan emosi.

Pertumbuhaan perkembangan otak anak sesuai usia, petumbuhan fisik anak dibarengi dengan proses perkembangan kognitif, bahasa, sosial dan emosional, ada beberapa tahap-tahap perkembangan dari usia 1-5 tahun yaitu:

1.    Perkembangan Anak Usia 1 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu berjalan dititah pada satu tangan, berjalan beberapa langkah.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menggenggam dengan lebih baik, dapat melepaskan genggaman bila diminta.

3)    Kognitif dan bahasa. Punya kosa kata lebih selain mama dan papa.

4)    Sosial dan emosional. Dapat menyesuaikan diri saat mengenakan pakaian.

2.    Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu berlari dengan jarak dekat dengan baik, berjalan mundur tanpa kehilangan keseimbangan, mampu menendang bola tanpa jatuh, mampu berdiri dan menangkap bola, mampu meloncat-loncat ditempat, naik turun tangga selangkah demi selangkah, berdiri dengan satu kaki tanpa kehilangan keseimbangan.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menumpuk 7 kubus, meniru garishorizontal, melipat kertas.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu membuat kalimat dengan subjek, predikat dan objek.

4)    Sosial dan emosional. Mampu memegang sendok dengan baik, bercerita pengalam baru, membantu melepaskan pakaian, mendengarkan cerita dengan gambar.

3.    Perkembangan Usia 3 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu mengendarai sepeda roda 3, mampu melompat, berlari maju mundur.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menumpuk 10 kardus, meniru kontruksi kubus, membuat lingkaran, bisa main puzzle.

3)    Kognitif dan bahasa. Mengetahui usia dan jenis klamin, mampu menghitung objek dengan benar, mengulang sebuah kalimat yang terdiri 6 suku kata.

4)    Sosial dan emosional. Mampu bermain mainan sederhana, mampu mengenakan pakaian sendiri memakai sepatu dan mencuci tangan.

4.    Perkembangan Anak Usia 4 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu melompat dengan satu kaki, melempar bola dari atas kepala, memanjat, mampu naik turun meja dengan satu kaki dimeja dan satu kaki dilantai.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menggunakan gunting untuk memotong gambar,mengambar orang 2-4 bagian tubuh selain kepala, serta mampu memilih garis yang lebih panjang diantara 2 garis.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu menghitung 4 koin dengan benar dan mampu bercerita.

4)    Sosial dan emosional. Dapat bermain dengan beberapa anak dan mulai intraksi sosial, bermain peran dan ketoilet sendiri.

5.    Perkembangan Anak Usia 5 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu melakukan lmpat tali dan berlomba lari

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu mengampar segitiga, mengetahui perbedaan berat benda mampu membuat bangunan dari balok.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu berinterasi secara langsung dan bicara apa saja

4)    Sosial dan emosional. Sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk dan gampang meniru apa yang dilihat.[1]


Posted by
Tersenyumlah Fitri

More

Pola Pembelajaran Untuk Anak Tunanetra (Tugas Seni dalam Pendidikan Kebutuhan Khusus)


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Tema                           : Lingkungan
Kelas/Semester            : 2/1
Mata pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Alam
Waktu                         : 2x35 menit
Standar Kompetensi    : Mengenal bagian-bagian utama hewan dan tumbuhan
Kompetensi Dasar       : Mengenal Bagian-bagian Utama Hewan
Indikator                     : 
·         Menyebutkan nama-nama hewan
·         Menyebutkan bagian-bagian utama hewan
·         Menyebutkan fungsi dari setiap bagian hewan
·         Menirukan berbagai suara hewan

Tujuan pembelajaran
1.      Anak dapat menyebutkan nama-nama hewan
2.      Anak dapat menyebutkan bagian-bagian utama hewan
3.      Anak dapat menyebutkan fungsi dari setiap bagian utama hewan
4.      Anak dapat menirukan suara hewan
Materi Pelajaran
Materi yang akan diajarkan yaitu 3 ekor hewan yaitu:
1.      Kucing
Tubuh kucing terdiri atas tiga bagian.
Kepala, badan, dan anggota tubuh.
Pada kepala kucing ada mata, telinga, dan hidung.
Pada kepala kucing juga ada mulut.
Perut merupakan bagian badan kucing.
Anggota tubuh kucing adalah kaki dan ekor.
Kucing memiliki 1 hidung dan 1 mulut.
Cobalah hitung jumlah telinga kucing.
Hitung pula berapa jumlah mata kucing.
Kucing memiliki 4 kaki.
Setiap kaki memiliki 4 jari.
Setiap jari memiliki kuku yang tajam.
Kuku pada kaki kucing berguna untuk mencengkeram mangsa.
Samakah tubuh kucing dengan tubuh manusia?
Tubuh kucing memiliki bagian-bagian utama.
Setiap bagian memiliki kegunaan yang berbeda.
Telinga untuk mendengar
Mata untuk melihat
Perut untuk mencerna makanan
Hidung untuk mencium
Mulut dan gigi untuk mengunyah makanan
Kaki untuk bergerak dan mencengkram
Ekor untuk keseimbangan
2.      Ikan
Bagian-bagian utama ikan:
1.                  Lubang hidung untuk mencium bau
2.                  Mata untuk melihat
3.                  Mulut untuk makan
4.                  Sirip untuk bergerak
5.                  Perut untuk mengolah makanan
6.                  Ekor untuk bergerak dan mengubah arah gerakan
Materi akan dikemas dalam bentuk lagu dan bermain peran menirukan suara binatang sebagai berikut:
a.       Kemampuan yang akan dikembangkan
·         Kemampuan Kognitif
·         Kemampuan Sosial
·         Kemampuan Motorik
·         Kemampuan Bahasa
b.      Lagu
Dua Mata Kucing (nada lagu dua mata saya)
Dua mata Kucing,
Hidung Kucing satu.
empat kaki Kucing,
itu untuk berjalan.
Dua telinga kucing,
Yang kiri dan kanan.
Satu mulut Kucing,
itu untuk makan!

Dua Mata Ikan (nada lagu dua mata saya)
Dua mata ikan,
Hidung ikan satu.
dua sirip ikan,
itu untuk gerak.
satu ekor  ikan,
ada di belakang.
Satu mulut Kucing,
itu untuk makan!

Pa Tarno
Pa Tarno punya kandang besar-besar-besar
Didalamnya ada sapi
Moo moo moooo
Pa Tarno punya kandang besar-besar-besar
Didalamnya ada kambing
Mbee mbee mbeeee
Pa Tarno punya kandang Kecil-kecil-kecil
Didalamnya ada kucing
Meong meong meooong
Pa Tarno punya kandang Kecil-kecil-kecil
Didalamnya ada anjing
Gog gog gooog


c.       Cerita
      Disebuah desa tinggalah sebuah keluarga. Kita sebut saja keluarga tersebut keluarga  Pa Tarno. Pa Tarno tinggal bersama istri yang bernama ibu Aisyah dan  2 orang anak laki-lakinya yang bernama Hasan dan Husein. Hasan dan Husein baru menginjak kelas 2 SD. Dirumahnya,  pa Tarno memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing yang diletakkan disebuah kandang yang cukup besar dibelakang rumahnya. Setiap hari sebelum berangkat ke sekolah Hasan dan Husein selalu menyempatkan waktunya membantu ayahnya untuk memberi makan hewan-hewan ternaknya.  Selain memiliki hewan ternak, pa Tarno juga memiliki hewan peliharaan lainnya seperti kucing dan anjing. Tak hanya hewan ternaknya saja yang dibuatkan kandang, tapi kedua hewan peliharaannya pun dibuatkan kandang yang berukuran kecil. Selain itu juga Hasan dan Husein senang memelihara ikan hias yang diletakkan disebuah aquarium. Sejak anak-anaknya masih kecil pa tarno sudah menanamkan kepada kedua anaknya yaitu Hasan dan husein untuk menyayangi semua makhluk ciptaan Allah tak terkecuali hewan tersebut. Maka dari itu sampai sekarang Hasan dan Husein selalu merawat dan menyayangi binatang-binatang ternak milik ayahnya dan binatang-binatang peliharaannya.

Sarana dan sumber belajar
1.      Boneka Kucing
2.      Boneka Ikan
3.      Suara Kucing
4.      Suara Anjing
5.      Suara Kambing
6.      Suara Sapi

Pelaksanaan Pembelajaran
  1.  Anak disuruh berdoa, kemudian guru mengecek kehadiran dan mengadakan apersepsi dengan mengkaitkan kehidupan sehari-hari dengan pokok bahasan yang akan dipelajari.
  2. Guru menyuruh anak (sambil membimbing) untuk berbaris didepan kelas kemudian anak dibimbing untuk menuju taman sekolah     
  3. ketika anak tiba ditaman sekolah, guru menyuruh anak untuk membentuk lingkaran (anak saling berpegangan), setelah itu anak disuruh duduk. Gurupun duduk di salah satu celah lingkaran. Disitu guru menyampaikan materi yang akan dibahas yaitu tentang kucing dan ikan. Setelah selesai materi kucing, agar anak lebih memahami materi tersebut maka materi tentang kucing tersebut dituangkan dalam sebuah lagu yaitu “Dua Mata Kucing”. Sama halnya ketika materi tentang ikan telah selesai disampaikan.
  4.  Setelah itu guru bercerita tentang  “Keluarga Pa tarno” dan anak disuruh mendengarkan dan menyimak cerita tersebut. Setelah itu guru bertanya kepada siswa hewan  apa saja yang ada dicerita tersebut dan bagaimana suaranya. Setelah itu agar anak lebih memahami cerita ini maka dituangkan kembali dalam lagu “Pa Tarno” sambil anak berdiri menirukan gerakan gurunya.
  5. Guru mengevaluasi sejauh mana materi yang disampaikan dapat dipahami oleh anak. Dengan cara memberikan pertanyaan kepada anak secara langsung. Setalh itu anak disuruh kembali ke kelas.
  6. Setelah sampai dikelas pelajaran diakhiri dengan berdoa


Posted by
Tersenyumlah Fitri

More

Cermin Diri

Dikisahkan, ada seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya tidak harmonis.
Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.

Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri. Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?

Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi ke toko buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis di baca, dia merasa tidak puas dan tidak pula menemukan jawabannya.
Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu?
Pasti akan lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis. Maka ditemuilah si penulis buku.

Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata,
“Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses”.
Si penulis pun menjawab,
“Kalau anda membaca buku saya dengan teliti, dan menjalankan dengan nyata , tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses”
”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bertanya langsung”.

Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan kamu dengan seseorang.
Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara sukses dalam hidup ini”.
Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?”

Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar ini”.
Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tsb, yang ada hanya sebuah cermin besar.
Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu.
Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses.

Sesungguhnya hanya kamu yang bisa menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”
Seketika itu juga si pemuda tersadar.


Bukankah Inti dr semua keresahan maupun permasalahan yang ada pada seseorang baik itu berupa menghilangkan rasa Bete, jenuh, mengalahkan Sikap Egois, Arogan, Ujub etc, mudah putus asa, Sakit hati, Hati yang terluka karena sikap seseorang atau Cinta,mudah tersinggung, cepat marah, tidak bersemangat, malas, kurang/tidak amanah, ingin menjadi sukses baik di dunia & akhirat,Ingin menjadi seorang yang setia, ingin menjadi seorang yang sholeh/ah, ingin dicintai&mencintai karena Alloh, etc... Kesemua hal tersebut dikembalikan ke Individu pribadi masing" manusia.

Inti dari permasalahan hidup ini, seberapa kenal anda mengenal dengan diri anda dan seberapa bijak pula anda memaknai quote ini "Man Jadda Wajada" ??

Ibnul Qayyim berkata, "Barangsiapa mengenal Allah niscaya mengenal selain-Nya. Dan barangsiapa jahil terhadap Rabb-nya niscaya lebih jahil terhadap selain-Nya." [Al 'Ilmu, Fadhluhu wa syarfuhu, halaman 98]

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS. Ar-Ra'du (13) :11)

Perubahan itu dimulai dengan 3 M:
Mulai dari diri sendiri,
Mulai dari hal yang terkecil
Mulai saat ini juga  (Aa'Gym)

Sumber: Renungan N Kisah Inspiratif

Posted by
Tersenyumlah Fitri

More
Tersenyumlah_selalu. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Seorang perempuan yang menyukai dunia anak-anak ^_^ karena mereka adalah malaikat2 kecil yang unik dan spesial

Followers

Tinggalkan Jejakmu

LINK BLOOFERS

Bloofers Chat

Copyright © 2012 Tersenyumlah SelaluTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.