Menangislah Dibahuku

Munsyid : shaffix
Kau datang padaku seperti biasa
Ku sambut bahagia dengan tangan terbuka
Kau balas dengan senyuman seadanya
Ku tahu ada sesuatu yang berbeda 

Kau hanya diam seribu bahasa
Hanya di matamu yang cuba berbicara
Bahwa saat ini hatimu terluka
Kau tahu ku ada di sini untukmu

Mencuba tak berkedip
Menahan tegar di hujung mata
Hingga kau pun tak kuasa
Berderailah airmata
Dalam pelukku kau curahkan semua

Menangislah…
Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
Lalu untuk apa airmata telah dicipta
Bukan hanya bahagia yang ada di dunia
Menangislah…
Di bahuku kau berikanku kepercayaan
Bahwa laramu adalah haru biruku
Karna ku adalah sahabatmu

menangislah…(dibahuku ku disini untukmu)
menangislah…(dibahuku kerna ku sahabatmu)

Ingin dengar Mp3-nya
silahkan download disini

Metlit oh Metlit...

Ya Allah..
Gusti nu Agung..
jangar pisan abi mkiran Metlit..
ameh teu jangar
hayu ah mlai ngerjakeun...
tapina da judul na ge naon tacan kapikiran
Ya Allah..
paparin kmudahan (kmudahan naon basa sundana nya ? heu) ka abi
sangkan tiasa ngerjakeun metlit..
Aamiin..

Bismillah..

Download Novel Gratis

Salim Belajar Berbelanja

video

Membiarkan seorang anak melakukan apa yang diinginkannya (tentunya dengan pengawasan kita) akan mengoptimalkan perkembangan anak, terutama pada masa-masa golden Age, masa dimana perkembangan anak istilahnya sedang pesat2ny, intinya pada fase golden age ini berikan stimulus sebanyak-banyaknya agar semua tugas-tugas perkembangannya dapat dilalui dengan baik. contohnya ketika seorang anak diajak kesuatu tempat biarkan anak melakukan apa yang diinginkannya dengan catatan lakukan pengawasan dan berikan pengertian secara baik-baik ketika anak melakukan kesalahan, dan minimalisir menggunakan kata "jangan atau tidak" karena mungkin kata itu akan mematikan kreatifitas anak.
dengan mengajak anak berbelanja dan memberi kesempatan kepada anak untuk membawa keranjang memilih apa yang diinginkannya itu salah satu bentuk pembelajaran untuk mengoptimalkan perkembangan anak apalagi disalah satu pusat perbelanjaan ini bentuk keranjangnya bisa dibawa oleh siapapun termasuk sikecil salim

Kenapa Harus Wanita Shalihah?

 Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..
Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?
Aku menjawab..
Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.
Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.
Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?
Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..
Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…
Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…
Seberat itukah?
Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

sumber: dakwatuna.com

Hari Batik Sekeluarga ^_^



Hari itu tak seperti biasanya..
Kami bersama-sama mengenakan baju batik
what happen ada apa ini??
Ko tumben sih pada kompakan
padahal cuman acara pernikahan
Tapi hebohnya minta ampyun
Apalagi mama-ku tercinta
dandannya kayak mu ngehadirin acara apa gitu 
mama..mama.. aya-aya wae ^_^
tapi inilah adanya mama kami ^_^
si kecil Salim pun iku-ikutan pake baju batik
tapi lucu dan imut sekali pas pake baju batik 
ngegemesin..
dan tak lupa pas plang-nya langsung deh diabadikan
mama said "kan jarang-jarang pake baju kompakan (padahal cuman ber-3 sih yg kompakan),
mumpung bajunya masih bagus ntar2 mah kburu belel bajunya" hehe
dasar mama..mama...
tapi hari itu membuatku senang ^_^
Luv u my Famz

Salim In Jurasic ^_^

Pergi ke Jurasic (tempat bermain anak) bersama adek bungsuku tercinta Maulana Salim sepertinya sudah menjadi ruinitas kalau pulang ke Sukabumi, sebenarnya sih bukan karena kpengen banget ngajak adeku ini ke Jurasicnya tapi kebersamannya itu yang penting, meskipun tak selalu setiap hari bertemu dengan adeku tersayang ini, tapi karena setiap pulang saya selalu menyempatkan waktu dan tak mau melewatkan hal penting ini Alhamdulillah pas saya pulang selalu disambut dengan keceriaan beliau dan bilang "teteh pulang" dan adeku ini langsung menunjukkan mainan yang dia punya. sungguh kebahagiaan yang luar biasa ^_^

Salim lagi naik Sepeda

Salim lagi periksa bensin ^_^ 

Dan setiap pulang pasti adeku sayang ini nagih buat ke jurasic.
Salim : "Teteh hayu ke mall"
Saya  : "Mu ngapain ke mall?"
Salim : "Mu mandi Bola"
Saya  : "Kan d rumah ada bolanya"
Salim : "Maen serodotan atuh"
Saya  : "truz maen apa lagi?"
Salim : "naik sepeda"

  Salim Mandi bola

dan yang paling lucunya itu kalau mu pergi kepengennya naik angkot, gak mau klw pergi naik mobil pribadi, malah pernah pas pergi naik mobil pribadi sampai nangis-nagis segala karna pngen naik angkot,, dasar aneh tapi nyata Salim..salim.. dan saya pribadi gak mau sampai melewatkan untuk mengenalkan hal-hal yang kita lewati dijalan.
Malaikat Kecilku yang lucu
Malaikat Kecilku yang menggemaskan
Malaikat Kecilku yang selalu kurindu
Semoga engkau tumbuh menjadi Anak yang Sholeh, Cerdas, Baik hati, Suka menolong, mencinai keluarga

Teteh Always Love U ^_^

Ayah dan Ibu Coba Pikirkan Kembali Tentang Pertanyaan yang Engkau Ajukan

Hmm..
Terkadang bingung dan merasa aneh dengan keinginan dan pertanyaan kebanyakan dari orangtua termasuk orangtua saya terhadap anaknya ketika mereka menginjak usia remaja atau akhir remaja. "teh tos gaduh kabogoh (pacar) tacan? orang mana?" hmm saya hanya menjawab dengan senyuman (senyum yang agak kepaksa) dan sayapun menjawab "tos aya jodoh mah tapi tacan dpasihan pndak ku Allah", dan orangtua sayapun menjawab "geura teang atuh, engkin k susul ku adek2", lagi2 saya hanya menjawab dengan senyuman seadanya saja. yah saya mengerti mungkin orangtua merasa takut kalau anaknya tidak laku ataupun tidak normal (naudzubillah jangan sampai ya Allah) apalagi ketika anaknya sudah mencapai usia dewasa yang dimana usianya menuntut untuk segera menikah. tapi apakah setiap pernikahan harus diawali dengan yang namanya pacaran? dengan TEGAS tentu saya jawab TIDAK. Banyak buktinya ko yang menikah tanpa diawali dengan yang namanya pacaran. bahkan jauh lebih harmonis dan berkah dibanding dengan sebuah pernikahan yang diawali dengan yang namanya PACARAN. lagi2 saya merasa bingung apakah mereka tidak merasa takut kalau memperbolehkan apalagi menyuruh anaknya untuk pacaran. gimana coba kalau dengan memperbolehkan anaknya apalagi menyuruhnya pacaran, anaknya tersebut bebas bergaul dengan lawan jenis yang tentunya bukan muhrim anaknya, gimana kalau terjadi hal yang tidak-tidak, banyak buktinya ko dan sepertinya tidak perlu disebutkan kitapun sudah tau. Ya Allah ingin rasanya saya berontak dan marah kenapa sih harus selalu hal itu yang dipertanyakan?? apa tidak ada pertanyaan yang lain?? tapi alhamdulillah keinginan marah itu selalu teredam dan tersadar "Marah tak ada gunanya" dan akupun teringat wejangan dari sang dosen pa irham Hosni kalau bersikap kepada orangtua itu tidak akan masuk kalau dengan menyuruh atau memberitahu, suatu sikap akan masuk kepada mereka ketika kita mengajak kerjasama dengan orangtua, seolah2 kata-kata ini sudah tertancap dihati. Ya Allah berikan aku keistiqomahan untuk tidak PACARAN karena kebanyakan dari yang namanya pacaran itu banyak hal-hal yang mendekati zina dan aku tak mau seperti itu Ya Allah. aku ingin engkau mempertemukan aku dengan jodohku dengan cara-cara yang engkau perbolehkan agar kesuciaan itu tetap terjaga.. Aamiin

Shalat Dhuha

Status sunnah sholat dhuha tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik:

PERTAMA:
Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi – sendi tersebut.
“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya:” Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya? ” Rasulullah SAW menjelaskan: “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka’at, dapat menggantikannya” ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )
KEDUA:
Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi.
Rasulullah SAW bersabda, ” Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka’at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).
Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

KETIGA:
Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya,
“Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (H.R.al-Baihaqi)
KEEMPAT:
Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda,
“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).
Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan
Jadi apakah dengan meluangkan waktu +/- 7 menit disela-sela kesibukan duniawi, kita merasa rugi karenanya?

Dalam Mihrab Cinta - Afgan

Demi cinta ku pergi
Tinggalkanmu relakanmu
Untuk cinta tak pernah
Ku sesali saat ini
Ku alami ku lewati

[Chorus]
Suatu saat ku kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya
Karena cinta ku ikhlaskan
Segalanya kepadanya
Untuk cinta tak pernah
Ku sesali saat ini
Ku alami ku lewati

[Chorus X2]
Suatu saat ku kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya semoga semoga

Cukuplah Allah ^_^

Ketika sahabat tak dapat menemani
Ketika tak ada orang yang peduli
Ketika kehidupan seakan sepi
Ketika tak ada orang yang mau mendengar keluh kesah
Ingatlah Allah..
Karena Allah tak akan meninggalkan kita
Karena Allah selalu setia menemani kita
Karena Allah sebaik-baik penolong
Karena Allah tak kan pernah mengecewakan kita
Tak perlu merasa sedih
Tak perlu merasa marah
Ketika pada suatu ketika manusia tak peduli kepada kita
Bersedihlah ketika kita jauh dari Allah
Karena ketika kita jauh dari allah
Siapa lagi yang akan menolong kita?
Alla bidzikrillahi tathma'inul quluub
karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang

Tetaplah tersenyum walaupun dalam keadaan Apapun ^_^
Smile..smile..smile

Sejarah Pendidikan Penyandang Cacat di Eropa

Mengenai pendidikan bagi orang dengan berbagai jenis kecacatan, gambaran umum sejarah menunjukkan adanya perkembangan dari upaya-upaya pendidikan yang sporadis, ke keingintahuan filosofis, hingga didirikannya sekolah-sekolah khusus serta lembaga khusus lainnya. Dari sejarah, kita dapat melihat kilasan-kilasan tentang berbagai kondisi para penyandang cacat mulai dari zaman Mesir Kuno, Yunani kuno, Injil dan Qur’an, dan sejumlah teks abad ke-18. Serpihan-serpihan dokumentasi itu memberi kesan tentang adanya sikap yang mendua, antara perawatan, kasih sayang dan minat pada satu pihak, dan, di pihak lain, kurangnya tanggung jawab, eksklusi dan kecenderungan yang meningkat untuk mengelompokkan orang berdasarkan jenis kecacatannya. Tidak mengherankan bahwa dokumentasi tentang upaya-upaya pendidikan itu hanya merupakan sebagian kecil dari informasi yang ada mengenai orang-orang yang menyandang kecacatan, mengingat bahwa pendidikan formal merupakan hak istimewa bagi sebagian kecil orang pada awal sejarah.

Model huruf ukiran untuk orang tunanetra ditemukan pada zaman Mesir kuno, dan juga pada zaman Renaissance di Eropa ketika Erasmus dari Rotterdam (1469- 1536) juga menggunakan alfabet ukiran dalam pelatihan keterampilan menulis bagi siswa-siswa yang awas. Informasi lain mengatakan bahwa sejak abad kelima telah ada berbagai kelompok orang tunanetra yang dapat mencukupi dirinya sendiri dan yang mengatur pelatihan pekerjaan internal. Satu contoh tentang mengajarkan membaca bibir kepada orang tunarungu ditemukan di Keuskupan York pada abad kedelapan. Namun, menurut Enerstvedt (1996), pengetahuan mengenai cara mendidik orang yang tunarungu berat mulai disebarkan dari apa yang disebut “revolusi Spanyol yang tidak begitu terkenal” ke berbagai bagian benua Eropa lainnya dan kepulauan Inggris pada akhir abad ke-16.

Bagaimana orang dapat belajar jika satu indera tidak berfungsi? Girolam Cardano (1501- 1576) memperkenalkan pendapat bahwa indera-indera itu saling menggantikan, sehingga bila indera penglihatan atau pendengaran hilang, indera lain akan berfungsi sebagai dasar bagi aktivitas kognitif dan belajar (Befring 1994; Enerstvedt 1886). Ketika filosof empiris Inggris John Locke (1632-1704), memfokuskan kembali tentang pentingnya fungsi indera-indera untuk belajar dan pemahaman, pandangannya menjadi titik awal bagi rasa ingin tahu filosofi baru dan sedikit demi sedikit juga minat pendidikan. Metode pengajaran bagi orang yang menyandang ketunarunguan dan ketunanetraan berat muncul dalam agenda resmi. Paris menjadi tuan rumah yang baik bagi perkembangan berbagai pendekatan khusus, dan minat orang meluas untuk juga mencakup perlakuan bagi penyakit jiwa dan gangguan perkembangan yang parah. Dari Paris gagasan tentang pendidikan khusus menyebar ke seluruh Eropa dan benua lain.

Charles-Michel de l’Epée (1712-1789) mendirikan sekolah khusus pertama bagi tunarungu di Paris pada tahun 1770. Dia mendasari pengajarannya pada metode holistik dengan penggunaan bahasa isyarat sebagai komponen sentral. Upaya ini dilanjutkan oleh sejumlah sekolah lain di seluruh Eropa dengan menggunakan berbagai metode pengajaran lain. Ketidaksepakatan mengenai metodologi menjadi ciri yang kekal sejak awal hingga zaman kita sekarang ini. Di Jerman Samuel Heinicke (1727-1790) dan penerusnya, Friedrich Hill (1805-1874) mendapatkan inspirasinya dari ahli pendidikan tua Comenius dan Pestalozzi, ketika mereka mengembangkan yang disebut sebagai “metode oral”. Metode tersebut berpengaruh besar pada awal perkembangan pendidikan bagi tunarungu di Norwegia, bersaing dengan sekolah khusus pertama bagi orang tunarungu di mana bahasa isyarat merupakan pendekatan komunikasi yang utama. Denmark adalah negara Nordik pertama dengan sekolah khusus bagi tunarungu, yang pertama didirikan di kota Libeck, yang ketika itu bagian dari Denmark. Di Kopenhagen, anak seorang pastor dari Norwegia, Peter A. Castberg (1779-1823) mendirikan Lembaga Kerajaan bagi orang tuli-bisu pada tahun 1807. Dia juga adalah kekuatan penggerak yang berada di balik Undang-undang Pendidikan bagi Tunarungu Denmark, undang-undang semacam ini yang pertama di dunia. Salah seorang siswa Castberg, Andreas C. Møller (1796-1874) yang dia sendiri juga tunarungu, mendirikan sekolah pertama semacam ini di Norwegia pada tahun 1825, diikuti oleh beberapa sekolah lain pada tahun 1850-an.

Valentin Haüy (1745-1822) mendirikan sekolah khusus pertama bagi tunanetra di Paris pada tahun 1784, dengan bantuan keuangan dari masyarakat philanthropic yang baru didirikan. Beberapa sekolah seperti ini dibuka di sejumlah negara Eropa lainnya. Swedia adalah salah satu negara Nordik pertama, ketika Pär Aron Berg (1776-1839) membuka sebuah sekolah bagi siswa yang tunanetra dan tunarungu pada tahun 1809. Di Norwegia, lembaga pertama bagi orang tunanetra dibuka pada tahun 1861.
Di Paris, lebih dari sekedar ketunarunguan dan ketunanetraan yang telah menarik perhatian dokter, pendeta dan pendidik. Ibu kota Perancis merupakan pusat aktivitas perintis yang menangani berbagai jenis kecacatan dan kebutuhan khusus, yang saling mengkontribusikan gagasan. Pada masa itu orang yang dianggap gila dikurung di tempat yang disebut sebagai rumah sakit bersama dengan kriminal, gelandangan dan tahanan politik. Philippe Pinel (1745-1826) membebaskan mereka dan dia mulai memberikan perlakuan, bukan sekedar memenjarakannya. Sejak saat itu, menjadi hal yang sangat penting untuk mendiagnosis dan mengkategorikan berbagai kondisi, seperti perbedaan antara penyakit jiwa dan kelainan perkembangan atau ketunagrahitaan berat. Seorang murid Pinel, Jean Etienne Esquirol (1782-1840) membuka perdebatan yang kini masih berlangsung hangat mengenai “nature” versus “nurture”. Pertanyaan yang esensial adalah apakah penyebab kelainan perkembangan tertentu adalah herediter/bawaan atau lingkungan/dapatan – suatu perdebatan yang kini telah menjadi penting lagi setelah dihasilkan temuan-temuan baru dalam studi tentang genetika.

Murid Pinel yang lain, Jean M. G. Itard (1774-1838) melakukan sebuah upaya yang menjadi simbol bagi titik awal pendidikan bagi anak tunagrahita, ketika dia menyelenggarakan program pendidikan bagi “anak liar dari Aeyron”. Dia menangani seorang anak laki-laki yang tampaknya telah hidup di hutan tanpa kontak dengan manusia bertahun-tahun. Ada yang mengatakan serigala yang memeliharanya. Itard mempraktekan eksperimen pendidikannya selama lima tahun dan menulis laporan rinci, mendokumentasikan bahwa anak tersebut belajar beberapa hal. Namun, karena anak tersebut tidak berhasil belajar berbicara, dia menganggap intervensinya gagal.

Ketika Edward Seguin (1812-1880) beberapa tahun kemudian mulai mengajar seorang anak laki-laki yang tunagrahita dengan bantuan dari Itard dan Esquirol, Seguin menjadi pendiri sebuah sekolah khusus bagi anak tunagrahita. Dia tidak hanya mencari inspirasi dari pergerakan pendidikan khusus sebelumnya di Paris, tetapi juga dari pemikiran-pemikiran pendidikan umum Comenius, Locke dan Rousseau, juga dari filsafat dan agama Kristen. Dengannya dimulailah era eksperimen pendidikan yang optimistik dalam bidang ketunagrahitaan, yang tersebar luas ke beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, karena Seguin mengembangkan karyanya lebih lanjut di “Dunia Baru” di seberang lautan Atlantik (Askildt & Johnsen 2001).

Sumber:
http://miftahinginberbagi.wordpress.com/2010/03/14/sejarah-pendidikan-kebutuhan-khusus-menuju-inklusi-dalam-kontek-norwegia-dan-eropa/

Sejarah Pendidikan Tunanetra

1. Sejarah Singkat Pendidikan Tunanetra Di Eropa

Sekolah pertama bagi anak tunanetra di Eropa didirikan di Paris, Perancis pada tahun 1784 oleh Valentin Hauy. Namun, selama masa-masa rusuh yang mengitari Revolusi Perancis, sekolah yang didirikan oleh Hauy tersebut untuk sementara luput dari perhatian orang, dan Hauy melanjutkan pekerjaannya di Berlin dan St. Petersburg di mana dia membantu mendirikan sekolah-sekolah khusus baru bagi para tunanetra. Selama dua dekade berikutnya sekolah-sekolah semacam ini berdiri di kota-kota besar lain di seluruh Eropa.

Adapun sekolah khusus bagi para tunanetra pertama di Inggris dibuka di Liverpool pada tahun 1891 dan diikuti oleh sekolah-sekolah di Edinburgh, Bristol, London dan kota-kota besar lainnya. Pendirian sekolah-sekolah di Inggris tersebut dipelopori oleh badan-badan sukarela filantropis atau organisasi-organisasi keagamaan, dan sering dilengkapi dengan bengkel-bengkel kerja dan rumah-rumah khusus untuk para tunanetra dewasa yang disebut asylum (rumah suaka). Pada awalnya sekolah-sekolah ini memiliki tujuan utama untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan kerja, misalnya piagam pendirian sekolah Liverpool menyebutkan bahwa para tunanetra akan diberi pelajaran dalam bidang musik atau seni mekanik agar mereka dapat mandiri dan berguna bagi masyarakat (Best, 1992).

2. Sejarah pendidikan Tunanetra Di Indonesia

Sejarah pendidikan bagi tunanetra di Indonesia dimulai sejak 6 Agustus 1901. Pada saat itu didirikan Yayasan Perbaikan Nasib orang-orang buta (Rumah Buta) oleh DR. Ch. A. Westhoff. Beliau adalah seorang dokter mata berkebangsaan Belanda. Dalam perkembangannya, Rumah Buta dikelola oleh pihak swasta.
Pada tanggal 1 Nopember 1979, berdasarkan surat keputusan (SK) Mentri Sosial nomor 41/HUK/KEP/XI/79 Wiyata Guna merupakan unit pelaksana tehnik kantor wilayah Departemen Sosial propinsi Jawa Barat, dengan nama Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Mata (PRPCM), dan berdasarkan surat keputusan (SK) Direktur Jendral Bina Rehabilitasi Sosial nomor 06/KEP/BRS/IV/1994, maka PRPCM berubah nama menjadi Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wiyata Guna. Pada tahun 2003, berdasarkan keputusan Mentri Sosial nomor 59 /HUK/2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang organisasi dan tata kerja PSBN Wiyata Guna Sebagai UPT dibawah Direktur Jendral pelayanan dan rehabilitasi sosial Departemen Sosial Republik Indonesia dengan klasifikasi tipe A. Hingga saat ini, eksistensi PSBN Wyata Guna sebagai PSBN tertua di Indonesia masih dapat dirasakan oleh para tunanetra yang menuntut ilmu bik di lingkungan Wyata Guna itu sendiri atau di Sekolah Luar Biasa yang berlokasi di sekitar lingkungan Wyata Guna atau yang bersekolah dan kuliah di tempat lain namun berdiam di PSBN Wyata Guna.

3. Braille Dalam Pendidikan Tunanetra

Berbicara tentang pendidikan tunanetra, harus berbicara juga tentang Braille. Braille merupakan huruf-huruf yang dapat digunakan oleh para tunanetra dalam kegiatan membaca dan menulis. Braille muncul atas gagasan seorang Perancis bernama Louis Braille. Louis Braille yang lahir pada 4 Januari 1809, berhasil membebaskan para tunanetra dari ketidakmampuan untuk membaca dengan menemukan tulisan braille. Tulisan Braille terinsfirasi dari seorang perwira artileri Napoleon, Kapten Charles Barbier. Barbier menggunakan titik- titik dan garis-garis sebagai simbol untuk menyampaikan pesan atau perintah kepada serdadunya saat gelap malam, sehingga tulisan tersebut dinamakan night writting. Mereka membaca simbol titik-titik dan garis-garis tersebut dengan jalan merabanya. Akan tetapi, huruf-huruf Braiile hanya menggunakan titik-titik dan ruang kosong atau spasi.

Pada awal munculnya ide untuk membuat huruf-huruf Braille, Louis mencoba huruf-huruf dengan kombinasi titik dan garis pula, akan tetapi, Louis dan teman-temannya yang sama mengalami ketunanetraan lebih peka terhadap titik daripada garis. Tulisan Braille pertama kali digunakan di L'Institution nasionale des Jeunes Aveugles, Paris, saat mengajar siswa-siswa tunanetra.

Tulisan Braille sempat menuai kontrofersi yang berujung pada dipecatnya D. Pignier dan dilarang menggunakannya di tempat Louis mengajar. Ini dikarenakan tulisan Braille tidak lazim sehingga sulit untuk meyakinkan masyarakat akan kegunaan tulisan Braille. Salahsatu penentang tulisan Braille adalah Dr. Dupau, asisten direktur L'Institution nasionale des Jeulis Aveugles. Untuk memperkuat gerakan anti Braille, Dupau diangkat menjadi kepala lembaga yang baru. Pada masanya, semua buku dan transkrip bertulisan Braille dibakar dan disita. Namun, karena tingkat perkembangan siswa-siswa tunanetra beranjak baik disebabkan adanya tulisan Braille, menjelang tahun 1847, tulisan Braille kembali diperbolehkan. Pada tahun 1851, tulisan Braille diajukan kepada pemerintah Perancis agar menjadi tulisan yang diakui. Akhirnya hingga saat ini, Braille masih menjadi sarana penting bagi keberlangsungan pendidikan tunanetra.

4. Perkembangan Tehnologi Dalam Pendidikan Tunanetra

Membaca dan menulis merupakan jantung bagi pendidikan. Selama ini, para tunanetra hanya mengandalkan huruf-huruf Braille sebagai sarana pendidikan dan sarana komunikasi tullisan. Namun, pada tahun 1989, lahir sarana baru dalam dunia tehnologi informasi dan komunikasi yang pengaruhnya sangat signifikan terhadap pendidikan para tunanetra. Sarana baru tersebut adalah Job Access With Speech (. JAWS).

JAWS pertama kali dirilis pada tahun 1989 oleh Ted Henter. Ted Henter merilis JAWS untuk memudahkan dirinya yang kehilangan penglihatan pada tahun 1978 karena kecelakaan kendaraan bermotor. JAWS adalah peranti lunak (software) pembaca layar (screen reader). JAWS berguna untuk membantu para tunanetra dalam mengoprasikan computer. Dengan JAWS, para tunanetra akan mampu secara personal mengakses Microsoft windows. Sejak dirilis, JAWS terus mengeluarkan versi-versi barunya yang bertujuan untuk lebih memperluas akses para tunanetra terhadap computer. Pada tanggal 3 Nopember 2008, lahir versi baru JFW 10.0, yang didukung dengan itunes versi 8 dan itunes Store.

Dengan lahirnya JAWS ditengah-tengah para tunanetra, pendidikan tunanetra pun semakin meningkat. Kebutuhan untuk menyerap ilmu atau informasi tidak hanya didapat dari buku-buku Braille saja, akan tetapi dapat diperoleh dari buku-buku dalam format compact disk (CD) atau electronic book (e-book). Tidak hanya itu, belajar dapat dilakukan secara e-learning dengan memanfaatkan jaringan internet.

Perkembangan Penggunaan JAWS di Indonesia

Penggunaan JAWS di Indonesia dimulai sekitar tahun 1990. JAWS masuk ke Indonesia digandeng oleh Yayasan Mitra Netra yang berdiri sejak 14 Mei 1991 atas gagasan beberapa para tunanetra yang memiliki kesadaran untuk kemudahan akses bagi sesamanya. Karena kesadaran inilah akhirnya JAWS masuk ke Indonesia. Pada awal masuknya pemanfaatan JAWS baru sebatas pada penggunaan untuk Microsoft Office karena saat itu sistem internet belum siap dalam penggunaannya. Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan kursus komputer bicara (komputer dengan JAWS untuk para tunanetra. Peserta kursus didominasi oleh siswa dan mahasiswa para tunanetra yang sedang menempuh pendidikan secara inklusif di sekolah umum serta perguruan tinggi. Barulah pada tahun 1999, Yayasan Mitra Netra mulai merentangkan sayapnya dengan program kursus serupa di Yayasan Mitra Netra Perwakilan Bandung. Cara yang digunakan untuk memperluas akses para tunanetra di seluruh Indonesia terhadap teknologi komputer dan Internet adalah melalui kerja sama dengan Microsoft Indonesia, pada tahun 2003, Yayasan Mitra Netra mendirikan Community Training and Learning Center (CTLC) di beberapa organisasi keunanetraan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk para tunanetra di Jakarta, Bandung, Medan, dan Makasar. Melalui CTLC yang terdiri dari lima lembaga ini (Yayasan Mitra Netra Jakarta, Kartika Destarata Jakarta, Yayasan Mitra Netra Bandung, YAPTI Makasar dan Yapentra Medan), Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan program pelatihan komputer bicara bagi generasi muda para tunanetra. Seiring perkembangannya penggunaan JAWS di Indonesia tidak lagi sebatas menjalankan aplikasi berbasis Microsoft Office, tetapi juga digunakan untuk berselancar di dunia maya. Selain itu para tunanetra juga mampu mengolah sendiri website pribadi.

Sumber:
http://miftahinginberbagi.wordpress.com/2010/03/14/sejarah-pendidikan-kebutuhan-khusus-menuju-inklusi-dalam-kontek-norwegia-dan-eropa/

"Nasi Bungkus"

Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran , penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai di sebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.

“Silahkan kak.” Jawab adik kecil.

“Kalau boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.

“Oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak… memang kenapa kak?” dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya.

”Oh... tidak! Kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu ,Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu … aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”

“Apabila kami mengingat waktu dulu… kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”

”Yang ibu ku selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.”

”Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita bawa?”

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku.

(Oleh : Laila Nurul Muna)

Semoga kisah ini dapat menjadi renungan yang bermanfaat bagi kita bersama,

Sumber: Cerita-Cerita motivasi
http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150343445485405&id=166628915325

Tahapan Perkembangan Anak (Aspek Kognitif dan Psycho-sosial)

 


 

1.     Perkembangan Kognitif Anak

Menurut Piaget perkembangan ini dibagi dalam 4 tahap:

1.    Sensori Motor (usia 0-2 tahun)

Dalam tahap ini perkembangan panca indra sangat berpengaruh dalam diri anak. Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya. Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi dan senjata terbesarnya adalah 'menangis'.

2.    Pra-operasional (usia 2-7 tahun)

Pada usia ini anak menjadi 'egosentris', sehingga berkesan 'pelit', karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis - rumit.

3.    Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)

Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (bekerja sama). Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis.

Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa.

4.    Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas)

Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah, karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir, baik secara konkrit maupun abstrak, sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga.

Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.

 

2.    Perkembangan Psycho-Sosial

Menurut Erick Erickson perkembangan Psycho-sosial atau perkembangan jiwa manusia yang dipengaruhi oleh masyarakat dibagi menjadi 8 tahap:

1.    Trust >< Mistrust (usia 0-1 tahun)

Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri. Fokus terletak pada Panca Indera, sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan.

2.    Otonomi/Mandiri >< Malu/Ragu-ragu (usia 2-3 tahun)

Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa 'nakal'-nya. sebagai contoh langsung yang terlihat adalah mereka akan sering berlari-lari dalam Sekolah Minggu.

Namun kenakalannya itu tidak bisa dicegah begitu saja, karena ini adalah tahap dimana anak sedang mengembangkan kemampuan motorik (fisik) dan mental (kognitif), sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untuk mengembangkan motorik dan mentalnya.

Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting di sekitarnya (Orang Tua - Guru Sekolah Minggu)

3.    Inisiatif >< Rasa Bersalah (usia 4-5 tahun)

Dalam tahap ini anak akan banyak bertanya dalam segala hal, sehingga berkesan cerewet. Pada usia ini juga mereka mengalami pengembangan inisiatif/ide, sampai pada hal-hal yang berbau fantasi.

Mereka sudah lebih bisa tenang dalam mendengarkan Firman Tuhan di Sekolah Minggu.

4.    Industri/Rajin >< Inferioriti (usia 6-11 tahun)

Anak usia ini sudah mengerjakan tugas-tugas sekolah - termotivasi untuk belajar. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian.

Sesuai dengan batasan usia Sekolah Minggu pada umumnya, maka empat tahap berikutnya (Usia diatas 11 tahun) tidak dibahas dalam kolom ini.

Tahapan Perkembangan Anak Berdasarkan Usia

Perkembangan otak sangat pesat saat usia anak 1-5 tahun, selain faktor keturunan, lingkungan juga sangat berperan penting. Kombinasi keduanya menjadikan kemapuan anak luar biasa. Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Karena otak merupakan organ pengatur seluruh bagian dalam tubuh. Seperti gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon, pernafasan dan pengaturan emosi.

Pertumbuhaan perkembangan otak anak sesuai usia, petumbuhan fisik anak dibarengi dengan proses perkembangan kognitif, bahasa, sosial dan emosional, ada beberapa tahap-tahap perkembangan dari usia 1-5 tahun yaitu:

1.    Perkembangan Anak Usia 1 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu berjalan dititah pada satu tangan, berjalan beberapa langkah.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menggenggam dengan lebih baik, dapat melepaskan genggaman bila diminta.

3)    Kognitif dan bahasa. Punya kosa kata lebih selain mama dan papa.

4)    Sosial dan emosional. Dapat menyesuaikan diri saat mengenakan pakaian.

2.    Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu berlari dengan jarak dekat dengan baik, berjalan mundur tanpa kehilangan keseimbangan, mampu menendang bola tanpa jatuh, mampu berdiri dan menangkap bola, mampu meloncat-loncat ditempat, naik turun tangga selangkah demi selangkah, berdiri dengan satu kaki tanpa kehilangan keseimbangan.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menumpuk 7 kubus, meniru garishorizontal, melipat kertas.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu membuat kalimat dengan subjek, predikat dan objek.

4)    Sosial dan emosional. Mampu memegang sendok dengan baik, bercerita pengalam baru, membantu melepaskan pakaian, mendengarkan cerita dengan gambar.

3.    Perkembangan Usia 3 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu mengendarai sepeda roda 3, mampu melompat, berlari maju mundur.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menumpuk 10 kardus, meniru kontruksi kubus, membuat lingkaran, bisa main puzzle.

3)    Kognitif dan bahasa. Mengetahui usia dan jenis klamin, mampu menghitung objek dengan benar, mengulang sebuah kalimat yang terdiri 6 suku kata.

4)    Sosial dan emosional. Mampu bermain mainan sederhana, mampu mengenakan pakaian sendiri memakai sepatu dan mencuci tangan.

4.    Perkembangan Anak Usia 4 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu melompat dengan satu kaki, melempar bola dari atas kepala, memanjat, mampu naik turun meja dengan satu kaki dimeja dan satu kaki dilantai.

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu menggunakan gunting untuk memotong gambar,mengambar orang 2-4 bagian tubuh selain kepala, serta mampu memilih garis yang lebih panjang diantara 2 garis.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu menghitung 4 koin dengan benar dan mampu bercerita.

4)    Sosial dan emosional. Dapat bermain dengan beberapa anak dan mulai intraksi sosial, bermain peran dan ketoilet sendiri.

5.    Perkembangan Anak Usia 5 Tahun

1)    Fisik dan motorik kasar. Mampu melakukan lmpat tali dan berlomba lari

2)    Fisik dan motorik halus. Mampu mengampar segitiga, mengetahui perbedaan berat benda mampu membuat bangunan dari balok.

3)    Kognitif dan bahasa. Mampu berinterasi secara langsung dan bicara apa saja

4)    Sosial dan emosional. Sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk dan gampang meniru apa yang dilihat.[1]


Tersenyumlah_selalu. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto saya
Seorang perempuan yang menyukai dunia anak-anak ^_^ karena mereka adalah malaikat2 kecil yang unik dan spesial

Followers

Tinggalkan Jejakmu

LINK BLOOFERS

Bloofers Chat

Copyright © 2012 Tersenyumlah SelaluTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.